Realita Kejam Kehidupan Anak Sekolah di Korea Selatan

0

P

ersaingan menuju kesuksesan di Korea Selatan sangat ketat, dan kesuksesan sering diartikan dari universitas mana yang akan kalian masuki. Hal tersebut memberikan tekanan besar untuk anak SMA, karena ada taruhan yang sangat tinggi agar bisa di terima di universitas ternama. Inilah beberapa contoh kerasnya kehidupan anak-anak sekolah di Korea Selatan.

Bunuh diri adalah penyebab utama kematian di kalangan remaja

Source: Koreaboo

“Semasa tiga tahun di SMA, tidak ada satupun guru yang bertanya pada apa yang ingin aku lakukan atau apakah aku akan melanjutkan ke universitas. Tidak ada yang peduli tentang ketertearikan diriku atau hal apa yang aku bisa lakukan dengan baik.”

Kebanyakan siswa SMA masih berada di kelasnya sampai pukul 11 malam untuk belajar 

Source: afr

Secara resmi sekolah berakhir pada pukul 4 sore, namun banyak siswa yang pergi ke hagwon, belajar di rumah, atau pun hadir di ruang belajar di sekolah.

“Kebanyakan guru menekankan bahwa jika kami gagal dalam Suneung, sisa hidup kita juga akan gagal, karena ujian ini merupakan yang pertama (dan terakhir) tahapdari kesuksesan hidup kita.”

Hagwon merupakan fasilitas yang tak berperasaan, dengan ruangan ke ruangan hanya dibagi oleh dinding yang tipis, diterangi oleh neon yang panjang, dan diisi oleh siswa yang menghapal kosa kata bahasa Inggris, tata bahasa Korea, dan rumus matematika.”

Korea Selatan dikabarkan menempati tempat tertinggi dalam tingkat stres yang dialami oleh anak-anak yang berusia 11-15 tahun, di 20 negara berkembang.

Source: beyondhallyu

“Aku merasa orang Korea memiliki penyakit. Penyakit ‘Sibuk.’ Para siswa sibuk untuk belajar sepanjang waktu. Mereka tidak memiliki kehidupan yang jauh dari belajar. Sekolah sudah menjadi penjara. Aku pikir ini adalah karakteristik menjadi orang Korea. Ini sama saja seperti orang dewasa yang bekerja.”

Ujian masuk perguruan tinggi di Korea Selatan, Suneung (College Scholastic Ability Test CSAT), hanya dapat dilakukan satu kali dalam satu tahun 

Source: hangukyeonghwa

Siswa akan diberi peringakat sesuai dengan presentase dari jawaban benar dari setiap mata pelajaran (Bahasa Korea, Bahasa Inggris, Pengetahuan Sosial, dan Ilmu Alam) dan hasilnya akan dibagi menjadi 9 kategori.

“Ujian ini merupakan tujuan terakhir dan hal yang menentukan kehidupan kita. Kami berpikir jika kami sukses menyelesaikannya, maka masa depan yang cerah akan secara otomoatis mengikuti.”

Pesawat terbang akan diarahkan sesuai hari Suneung selama sesi mendengarkan berlangsung 

Source: Koreaboo

Pesawat terbang berhenti saat takeoff selama sesi ujian mendengarkan bahasa Inggris jadi siswa bisa lebih jelas dan fokus untuk menjalani ujian. Pesawat terbang yang sudah berada di udara terus terbang sampai sesi ujiannya berakhir.

“Karena penerbangan tidak takeoff selama ujian mendengarkan, dan jam kerja diubah jadi tidak ada kendaraan di jalan ketika kami pergi ke sekolah, itu seperi seluruh negara merubah jadwalnya untuk ujian ini. Itu membuat tekanan yang sangat besar.”

Siswa yang terlambat di hari CSAT, polisi setempat menawarkan layanan “taxi-like” untuk mengantar mereka ke sekolah 

Source: npr

“Pada dasarnya, ujian satu ini yang akan menentukan kehidupan kalian.”

Beberapa tempat ibadah menggelar layanan khusus untuk ibadah pada hari tersebut

Source: Koreaboo

“Faktanya bahwa orang tua dan guru kalian menyemangati kalian memberikan tekanan yang lebih lagi. Kalian meresa bahwa kalian harus melakukannya dengan baik jadi jangan mengecewakan mereka.”

Ada sejumlah takhayul aneh yang yang diikuti oleh siswa yang akan mengikuti CSAT

Source: Koreaboo

Para siswa suka memakan “yut,” tipe yang manis atau “dduk”, tipe kue beras yang akan membuat mereka “lengket” ke universitas yang mereka tuju dan menjauhi “sup rumput laut” karena takut jawabannya “tergelincir.”

“Saat harinya tiba, kalian tidak dianjurkan untuk memakan makanan berat karena mungkin memiliki efek pada performa kalian. Aku pikir aku hanya memakan bubur saja.”

Sekitar 25% siswa akan melakukan tes ulang

Source: Koreaherald

Siswa yang mengambil tes ini dua kali disebut “Jaesoosaeng” dan untuk yang ketiga kalinya disebut “Samsoosaeng.” Perasaan malu yang besar untuk orang-orang yang memiliki julukan tersebut. Satu auditorium dipenuhi oleh siswa yang hadir untuk sebuah seminar untuk “Jaesoosaengs” cara belajar untik ujian Suneung.

“Tes ini menentukan masa depan kalian. Jika kami tidak melakukannya dengan baik, siswa akan belajr kembali satu tahun untuk mengambil tes lagi di tahun depan. Saudara lelakiku mengambilnya tiga kali.”

Beberapa siswa dikabarkan “hilang” atau “merasa kesepian” setelah mengambil tes Suneung

Source: elwood5566

“Kami belajar untuk ujian dari mulai kami masuk sekolah. 12 tahun belajar dan melakukan suneung dengan baik adalah tujuan akhirnya. Setelah ujian, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.”

“Disinilah aku aku telah berlari sampai akhir selama 12 tahun hidup ku, dan aku tiba-tiba disini. Apa lagi?”

Nah, itulah beberapa kehidupan masa sekolah yang cukup berat di Korea Selatan. Bagaimana menurut kalian?

Source: Koreaboo

Trans & Re-Write: KVibes

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here